RASA SAYANG ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

“tete.tet.te.te.te.tet.etete”. ring tone Hpku berbunyi  dengan vibrasi yang cukup membuat gempa tsunami di cilacap(hiperbol). Saya lihat sepion, aman dan segera merapat ke pinggir karena mau angkat telpon jadi Thunder 125 biru berhenti dulu.

“Assalamualaikum” dengan nada manis, “Ada yang bisa saya bantu Pak”.

“Ini bapaknya Si X, mau tanya, Pak Wida ada waktu luang kapan? Saya minta tolong pada Bapak untuk membimbing anak saya dirumah, anak saya itu “kurang” Pak jadi butuh bimbingan Extra” Jawab Bapak itu yang terdengar agak kemresek.

“Wah, mohon maaf Pak, saat ini saya masih bantuin anak2 smp persiapan masuk SMA dan persiapan Exklusive SPMB unuk anak 12, paling yang kosong hari minggu doang, tapikan kasihan anak bapak, waktunya liburan kok buat les?( saya juga maksudnya).”Tolak halus saya.

“Gapapa Pak, yang penting anak saya bisa belajar dan mau belajar. Hari minggu tak tunggu, makasih”

Berikut ini juga catatan dari sahabat Star(tentor) yang sering mendapatkan keluh kasih sayang orang tua wali murid:

“1. Pendiam dan keras hati. Anak saya yg terakhir ini berakademis lebih daripada kakak2nya. Anak saya ditingkat sebelumnya masuk 5 besar paralel, sekarang rangking 23 dari 30 siswa.. Saya sangat khawatir, sudah dpt peringatan dr pihak sekolah pula. Peralihan smp-sma menjadi transisi yg kontras. Saya takut saya tak bisa membimbing anak saya. Semangat dia menurun, malas, Play station adalah teman setianya (entah karena benda ini atokah dia memendam kekecewaan atas prestasinya sehingga dia melampiaskan pada permainan ini). Pernah dia ditegur gurunya dan bertambahlah rasa cueknya terhadap pelajaran. Saya temukan nilai2 di dlm tasnya yang berangka tak lebih dari jumlah sila dlm pancasila. Saya terus berikhtiar-tawakal untuk anak saya ini. Mudah2an dia dilunakkan hatinya… Apa yg kami sbg orangtua harus lakukan?

2. Ba’da maghrib…Seorang ibu yg sedang menggendong anak ke2 nya yg berumur hampir 5 tahun tapi masih kesulitan untuk berjalan sendiri, menunggu di dpn pintu kantor. Saya mempersilahkan masuk dan duduk..
“Oh..ibunya mas N. Monggo ibu.. ada yang bisa kami bantu?”

“Ini mba, tadi N lupa bawa uang bayarannya. kan besok paling lambat”

“Oooh.. nggeh maturnuwun. Ndak pa2 bu. Malah ibu yang repot2 kesini. Terimakasih.
Oya gimana bu dengan perkembangan mas N? “

“Aduh mba.. gimana ya. Nilai2nya malah semakin menurun. Dirumah belajarnya juga cuma sebentar. Klo tidak disuruh, dia tidak berinisiatif untuk belajar sendiri, sementara perhatian saya terkuras untuk adiknya N. Saya tak bisa mendampingi terus”

“Oh..ya ya.. kalau waktu bermain mas N gimana bu?

” Paling ya sore dia main bola. Kalo di kelas dia gmn mba?”

“Begini bu.. di kelas N, dia belajar bersama 3 orang temannya yang rame, sementara karakter N adalah pendiam n pengikut. Kebutuhan masing2 anak memang berbeda. Kalo mas N memang perlu ditelateni. Klo untuk kehadiran memang N lebih rajin darpadai ke 3 temannya. Tapi maaf kadang suka terbawa teman2nya yg kadang suka telat. Ketika N belum menemukan temannya datang, dia segera ke rmh temannya itu untuk menjemputnya dan itulah yg membuatnya terlambat”

“Iya mba.. betull.. dia brgkt dari rumah pasti lebih awal, saya juga sudah bilang ..udah sana berangkat, sendiri2 aja, ga usah nyamper2, mbok jd telat.
Memang dia itu pendiam dan pemalu, beraninya sama orangtuanya tok. Klo sama saya marah, jengkel ya beran tapi klo dah di luar…. pemaluuu bgt”

“Nggeh bu.. di kelas mas N juga belum berani bertanya apa kesulitanya”

“Iya mba..padhl saya juga terus mendorongnya, klo sulit ya tanya, ibu kan ga tau km sulitnya dimana, ibu dah ga bs ngajarin km lg, sudah berbeda pelajarannya. Apa dia memang kurang paham ya mba, jd mau tanya apa dia juga bingung. Ya gitulah mba… makanya ya mohoon bgt bantuannya”

“Oooh.. ya ..ya bu. Terimakasih ibu atas informasinya. kami akan terus memantau dan berusaha maks untuk dpt membantu mas N.”

“Iya mba..ya itu.. anak saya tolonglah dibantu..Ya sudah mba , pamit dulu”

“Nggeh monngo ndereaken bu. Trimakasih atas kedatangannya”

Tadi kutipan suara kasih sayang orang tua kepada anaknya, yang bisa kami dengar. beberapa saat yang lalu juga ada suara yang sempat terekam.

“Pak Wida, Anak saya  Akhir2 ini susah sekali kalo disuruh belajar, tiap hari mainnnn terus, motor-motoran sama temennya, kalo dirumah didepan komputerrrrrr terus, ni gimana Pak, saya minta tolong untuk diarahkan”.

“Pak Anak saya susah banget kalo disuruh belajar,

Mas belajar!

“ya bentar” beberapa saat kemudian tak cek belum juga belajar.

Mas…Belajar!! Dengan nada sedikit keras,

“ya bentar lagi” Yah sampai akhirnya tidur tanpa belajar dulu. ni gmana??”

“Saya titip Anak saya ya Pak, saat di sekolah kalo perlu dibentak, bentak aja, kalo mau dipukul, pukul aja pak!”( Saya jadinya ikut merasakan kasih sayang yang begitu mendalam dari para orang tua, sehingga saya merasa sebagai  orang tua kalo di sekolah yang siap menjaga putra putri mereka )

Sahabat Star yang selalu diberi kemudahan oleh ALLah SWT. Harapan2 bagi orang tua kalian adalah sahabat star bisa menunjukkan pada mereka bahwa Orang tua kalian tidak menyesal telah membesarkan dan merawat kalian. Doakan Surga buat mereka! Keberhasilan kalian adalah kesuksesan Orang tua kalian, buatlah mereka berkata pada orang-orang disekitarnya “ini lho anak saya” karena kasih syang mereka tanpa batas.

Salam paling hangat, saya berikan pada bapak ibuku di 600 km ke Timur dari cilacap. Semoga Allah selalu melindungi, memudahkan dan di berikan tempat dan apartemen mewah di surga jannah. amien.

persembahan untuk LINTANG AURORA Semoga menjadi anak yang solehah yang mau mendoakan kedua orang tuanya.

Salam Star

About these ads

4 Tanggapan to “RASA SAYANG ORANG TUA KEPADA ANAKNYA”

  1. grc3 Says:

    Pak , saya mau tanya .

    Ada gak orang tua yang suka ngliat anaknya menderita?
    Ada gak orang tua yang suka ngadu domba antara anak sama sodaranya?
    Ada gak orang tua yang seneng liat keluarga anaknya menderita ?

  2. anun Says:

    pa’ ortu q kq g ikut d tulis???

  3. widayanto Says:

    mau ditulis apa?

  4. fadli Says:

    saya akan lari ke jakarta karena saya telah ngak sekolah lagi ayah mama maafkan saya tolong jaga adik saya dengan baik baik saya mohon pamid

    salam saya

    fadli amri rambe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: