How to use voltmeter and Amperemeter

Untuk mengukur gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit kita gunakan alat yang dinamakan Voltmeter. Sedangkan untuk mengukur besar kuat arus, kita gunakan Amperemeter. Berikut ini adalah gambar kedua alat tersebut yang sering digunakan di sekolah-sekolah, fungsi alat ini terdiri dari dua yaitu sebagai pengukur arus (amperemeter) dan sebagai pengukur beda potensial (voltmeter).

Bagaimana cara membaca hasil pengukuran dengan menggunakan amperemeter atau Voltmeter? Sebelum kita membahas mengenai bagaimana cara membaca hasil pengukuran arus listrik dan tegangan, perlu diketahui dulu bagian-bagian dari alat tersebut. Bagian-bagian amperemeter/voltmeter terdiri dari batas ukur, terminal positip skala dan terminal negatip seperti terlihat pada gambar.

 

Untuk Membaca hasil pengukuran amperemeter/voltmeter kita gunakan rumus:

NP= Nilai pengukuran, PJ = penunjukan jarum, ST=skala tertinggi, dan BU= Batas ukur

Contoh :

Ditentukan sebuah amperemeter dengan batas ukur 5A, penunjukan jarum 8 dan skala tertinggi yang kita gunakan adalah 50, maka berapa nilai pengukuran amperemeter tersebut?
Jawab:

Berikut ini adalah dua contoh pembacaan dari dua posisi jarum Q dan P

1. Nilai yang ditunjukkan P adalah :
Batas ukur  (BU)           = 1 A
Skala tertinggi (ST)       = 100
Penunjukan Jarum (PJ)  = 54
Berapa nilai pengukuran (NP) = …… ?Jawab:

2. Nilai yang ditunjuk Q adalah:
Misal kita ambil nilai batas ukur adalah 100 mA.
Penunjukan jarum 22 dan skala tertinggi adalah     100,      maka nilai pengukuran Q adalah ….Jawab:

Membaca hasil pengukuran pada skala amperemeter/Voltmeter harus dibiasakan dan berlatih terus, hal ini untuk memudahkan dalam menjawab soal atau penerapan aplikasi yang membutuhkan kecepatan dalam membaca skala. Di samping anda dilatih untuk membaca skala, ada hal yang penting lagi yang berkenaan dengan keamanan alat, yaitu cara memasang amperemeter/voltmeter. Jika dalam pemasangan amperemetr dan voltmeter kita salah, maka alat  tersebut bisa mengalami kerusakan. Berikut ini adalah cara pemasangan amperemeter dengan menggunakan KIT listrik yang terdiri dari panel rangkaian, lampu, batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada.

Pemasangan amperemeter pada rangkaian harus secara seri sedangkan pemasangan voltmeter harus dipasang paralel. Apabila pemasangannya tertukar maka alat tersebut akan rusak. Pada saat kita ingin mengetahui besar beda potensial atau gaya gerak listrik atau tegangan jepit suatu rangkaian, voltmeter dipasang secara paralel dengan beban. Untuk lebih jelasnya, perhatikan cara pemasangan voltmeter pada suatu rangkaian dengan menggunakan alat KIT Listrik yang terdiri dari panel rangkaian, lampu, batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada pada gambar berikut.

Bila kita hendak melakukan pengukuran arus dan tegangan secara bersamaan menggunakan kedua alat tersebut, prinsip pemasangannya tetap. Amperemeter dipasang seri dengan beban dan voltmeter dipasang paralel dengan beban. Untuk lebih jelasnya maka perhatikan gambar berikut, yang diambil dari KIT Listrik yang terdiri dari panel rangkaian, lampu, batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada.

Semoga bermanfaat buat sahabat star semua,

Salam Star,

Sumber : Edukasi.net

9 Tanggapan to “How to use voltmeter and Amperemeter”

  1. wahyu Says:

    aku mau masang switch volt meter gimana carannya ya

  2. aw1479@yahoo.com Says:

    gambar gak muncul, gan …. >_<

  3. someone in 8c(yg 7c tadi kan dah naik kls,jadinya skrng 8c :D) Says:

    iya pak,gambarnya ga muncul

  4. lia Says:

    ah, ga ada gambarnya. ga jelas nih!

  5. chewink Says:

    gambarnya manaa??

  6. minst ( atena alsicoards ) Says:

    koq cara masang amperemeter yang pertama sama yang kedua beda?

  7. Alviansyah Says:

    Trims ya…sangat lengkap sekali penjelasannya..

  8. Mona Widya Anggraini Says:

    cara mengetaui batas ukurnya itu bagaimana si,,??

    #MasihBingung

  9. www.seedpantry.co.uk Says:

    You really make it seem so easy with your presentation
    but I find this matter to be really something which I
    think I would never understand. It seems too complicated and extremely broad
    for me. I’m looking forward for your next post, I will try to get the hang of it!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: