Ikhlas dan Hukum III Newton

Sahabat Star,

di era informasi ini banyak fenomena yang membuat kita geleng-geleng kepala sambil bergumam ck..ck..ck..ck..ck. contohnya.

“Ada beberapa siswa SMP/SMA yang mogok sekolah gara2 minta dibelikan motor baru.”

“Ada anak yang mau belajar dengan baik kalau diberi hadiah, misalnya : kalo nanti saya dapet ranking 3 besar beliin mobil baru ya Pah”

Sering juga kalo ada bapak/ibu dirumah kita baru mau buka buku, tetapi kalo ga ada ortu, aman, sehat dan sentosa, on line terus…tidak mau belajar

Terkadang kalo pas lagi sholat di depan BOS, atasan, guru atau orang istimewa, kita bisa khusu’  atau pur2 bahkan agak dilama2in. kalo sholat dirumah…..(kaya kereta express).

Dalam berpakaianpun juga demikian, ketika di acara resepsi, undangan, atau ke masjid memakai pakaian yang paling topbtetapi ketika sholat sendiri dirumah..(yang penting menutupi aurat.) ini masalah sepele. tetapi sangat berpengaruh terhadp kehidupan anda nantinya. Ck..Ck..Ck..

cerita lama (hadist) dalam kesempatan sifat ikhlas, yakni tentang pengaruhnya syetan terhadap seorang yang taat. Jadi begini ceritanya (banyak versi hadist ini diceritakan). Di sebuah daerah hidup seorang lelaki yang taat kepada Allah yang setiap harinya bekerja mencari kayu bakar untuk dijual dan tiap harinya juga bibir lelaki ini tidak luput dari berzikir memuji Allah.

Tiba suatu saat, sebut saja orang taat ini hijrah ke gunung untuk menjauhkan diri dari pengaruh dunia dan ingin lebih mendekatkan diri dengan Sang Khalik-Nya tanpa memikirkan masyarakat yang ditinggalnya. Waktu berjalan dan terus berjalan sehingga banyak pemuka agama/ulama di kampunya dulu telah pergi meninggalkan dunia. Namun, lelaki taat ini tetap saja tidak menghiraukan keadaan masyarakatnya tersebut dan masih tetap menetap diri di daerah pegunungan.

Hingga suatu hari masyarakat kampunya lelaki tadi dibawakan sebuah ajaran baru untuk menyembah pohon. Tanpa berpikir panjang banyak masyarakat pun ikut bersama ajaran itu karena telah berkurangnya ilmu agama akibat tidak adanya ulama-ulama lagi.

Tidak lama setelah itu, lelaki taat ini mendengar berita tersebut, bahwa masyarakatnya telah berbelok keyakinan. Jelas saja, lelaki taat ini marah dan berniatnya untuk menebang/membabat habis pohon sesembahan tersebut agar mereka tidak bisa menyembahnya lagi.

Dengan begitu gagahnya sang lelaki taat tadi membawa sebilah kapak untuk menebangnya pohon, namun ditengah perjalanan sang syetan pun menyamar untuk menggodanya dengan berubah wujud menjadi manusia. Tanpa berfikir panjang, sang syetan menyapa hai lelaki yang taat? kemana engkau ingin pergi dengan tergesa-gesa seperti itu. Lelaki tadi menjawab, “aku ingin menebang pohon sesembahan tersebut karena telah menyesatkan umatku”.

Dan syetan pun tidak kalahnya menggoda, apa urusan mu dengan pohon itu. Bukannya kamu taat kepada Allah dan selalu dekat dengan-Nya, kenapa harus ingin menebang pohon itu. Sang lelaki pun menjawab, “ketaatanku dengan Allah adalah menyuruhku untuk menebang pohon itu”. Syetan ternyata naik marah, “kalau begitu katamu, langkahi dulu mayatku”, kata syetan. Apa yang terjadi, ternyata pergulatan yang tidak sehat pun terjadi, dan lelaki taat tadi dapat mengalahkan syetan dengan mencekiknya di leher sehingga syetan kalah KO.

Dan disinilah hal yang sangat menarik, walau pohon yang tadi masih tetap utuh, sang syetan ternyata disela-sela masa sekaratnya meminta grasi kepada lelaki taat tadi agar melepaskannya. Sangatlah wajar bila orang taat ini memaafkan syetan tersebut. Tidak lama kemudian syetan yang menyerupai manusia ini pun memberi permohonan yang luar biasa kepada lelaki taat tadi.

Hai lelaki yang taat, aku ingin memberimu dirham tanpa kamu harus bekerja lagi mencari kayu bakar sehingga kamu bisa beribadah lebih banyak lagi kepada Allah, dan nanti dirham itu akan aku tempatkan dibawah sajadah mu setiap kamu selesai shalat ambillah dirham itu untuk kamu gunakan semaumu. Tanpa berkutik lagi, sang lelaki taat itu mengiyakan hal tersebut. Janji syetan ini pun ditepatinya kepada lelaki taat tadi, setiap selesai shalat selalu ada dirham di bawah sajadah lelaki taat itu. Namun, tibalah suatu saat dirham tersebut tidak ada di bawah sajadah lelaki taat tadi.

Apa yang terjadi, lelaki itu bangun dan membawa kapak kembali ingin menebang pohon sesembahan tadi. Diperjalanan ternyata syetan menyapa kembali, hai kemana engkau lelaki tua dengan kapakmu itu?, lelaki taat tadi tanda basa basi langsung menjawab, “aku ingin menebang pohon sesembahan umatku itu”. Tak dapat dipungkiri ternyata pergulatan yang tidak sehat episode 2 bergulir lagi. Anda tahu, kali ini syetan lah yang berhasil menyekik lelaki taat itu. Dan nasib KO pun bagi sang lelaki taat tadi.

Disinilah inti pernyataan ikhlas tadi yakni ketika syetan memberikan kata-kata terakhir kepada lelaki tadi, hai lelaki taat “tahukah kamu kenapa dulu aku kalah dari mu, karena engkau pertama kali ingin menebang pohon itu karena Allah dan tiba hari ini engkau kalah kalah karena niatmu jelas bukan lagi karena Allah melainkan dirham yang aku janjikan dulu”. Wallahu’alam apa terjadi dengan lelaki taat itu.

Jadi sahabat star, ketika kita melakukan sesuatu karena materi, dirham, orang tua, uang, Bos, orang lain berarti kita belum Ikhlas. Ubah perspektif kita. anggapan orang sekarang kalo ga ada uang ga jalan..That is  wrong way. tidak semuanya diukur dengan uang. Kita melakukan sesuatu hanya karena Allah SWT.

Kita menuntut ilmu karena Ajakan ALLah SWT

Kita Sholat dimanapun berhadapan dengan Allah SWT.

Kita membantu orang lain bukan untuk mendapatkan imbalan/upah dari orang tersebut but because of ALLAH SWT.

Jika kita membiasakan bekerja untuk upah, Hanya upah itu yang akan kita dapatkan.

jika kita membiasakan bekerja ikhlas maka upah/balasan akan mengikuti.

Ilmu alam hanya mampu menjelaskan aksi = reaksi (Hukum III Newton), akan tetapi berbeda dengan ilmu agama,

1 aksi = 1 reaksi (hanya berlaku untuk perbuatan buruk),

1 aksi = minimal 10 reaksi (perbuatan baik),

tapi saya yakin Tuhan pasti ingin membalas lebih banyak lagi, bisa 100 reaksi atau bahkan 1000 reaksi, karena sangat mencintai ciptaannya.

Jadi, melakukan pekerjaan tidak ikhlas adalah buang-buang waktu dan tenaga, maka lebih baik kita bekerja dengan iklas, Insyaallah dunia dapat kita raih, rasa-rasanya Tuhan memberi semua yang kita impikan, bahkan melebihi impian kita. Dan kita mampu hidup bahagia, bahkan sangat bahagia. Luar biasa, sulit dilukiskan dengan kata-kata.(dari berbagai sumber)

Salam iklas

Salam Star

Widayanto, motivator, fasilitator, inspirator, physics teacher

7 Tanggapan to “Ikhlas dan Hukum III Newton”

  1. bambang suprayogi Says:

    isi kisah cukup bagus dan kalau ada yang lain boleh donk saya dikirim…

  2. widayanto Says:

    PAK Bambang@ Mau dikirim kemana pak. Thanks dah mampir. Salam kenal

  3. Kevin Greace :) Says:

    waaah bagus pak😀

    i like this🙂

  4. almirairfanihaninewi Says:

    waaa ! keren pak. like this deh :D:D

  5. someone in 8c Says:

    crita ini dah pernah saya bca

  6. ellizabet sien Says:

    bagus dan cocok banget.

  7. shohib Says:

    trimakasih, semoga bisa membangkitkan budaya ikhlas yang sedang tidur………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: