Belajar dari Supir Angkot

Beberapa waktu lalu saat menemani anak2 belajar di suatu wahana batik di daerah Maos. Saya duduk didepan sebelah sopir Angkot. Sebut saja Pak Sadi. Sosok sudah tua dan gigi sudah dimakan usia. berkacamata layak Dedi Dores. Beliau bercerita tentang pengalaman hidupnya.

“Saya sudah mengalami semua kondisi dalam hidup ini mas, dari yang paling bawah sampai yang paling puncak” awali pak Sadi.

Dulu seusia Mas emosi masih tinggi kasar dan labil, lambat laun tiba2 saya mulai berubah. Tau sendiri Mas orang2 pasar seperti apa dan orang2 pelabuhan seperti apa?

Mau tidak mau pasti kita akan berubah Mas. Jangan menunggu terlalu lama untuk mengalami perubahan tersebut. Perubahan ke arah yang lebih baik tentunya.

Saya mengangguk setuju. Trims. Belajar bisa dari siapa saja. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: